Pada Teknik gitar harmonik terbagi menjadi dua kategori yaitu Harmonik natural dan Harmonik Artifisial. Secara umum, teknik harmonik yang paling sering digunakan gitaris adalah harmonik natural. Kenapa dinamakan natural, karena titik-titik harmonik sudah tersedia di fret-fret tertentu. Yang paling sering dipakai (dan bunyinya paling keras) adalah harmonik natural di fret V,  VII, dan XII. Simbol pada notasi biasanya adalah not dengan bentuk berlian, atau cukup dengan menyebut "harm. XII" disertai petunjuk senar nomor berapa yang dipetik.

    Cara memainkannya adalah menyentuh senar tepat di atas fret  tersebut dengan jari kiri,  lalu memetiknya dengan jari kanan. Sentuhan harus selembut mungkin, senar jangan ditekan, agar menghasilkan bunyi yang bening dan nyaring. Pada harmonik XII, not akan terdengar satu oktaf lebih tinggi dari not open string-nya. Harmonik VII terdengar lebih tinggi perfect 5th dari harmonik XII. Sedangkan  harmonik V terdengar satu oktaf lebih tinggi dari harmonik XII.

    Harmonik natural juga terdapat pada fret III, IV, IX.
    Contoh penggunaannya:

    *  Prelude no 4 karya Heitor Villa-Lobos. Di sini teknik harmonik natural digunakan sebagai melodi yang menjadi tema.
    * Gran Jota karya Fransesco Tarrega. Lagu ini berbentuk tema dan aneka variasi. Dalam salah satu variasi Tarrega memasukkan harmonik natural sebagai not bass namun membentuk melodi.
    * Windbells karya saya sendiri. Saya memasukkan rangkaian harmonik natural yang membentuk arpegio pada intro lagu. Bisa dilihat score-nya dan didengar rekamannya di website www.jubing.net.
    * Sunburst  karya Andrew York. Di sini harmonik natural VII pada tiga senar dibunyikan sekaligus membentuk aksen kord untuk menutup rangkaian melodi yang bertempo cepat.
    * El Colibri karya Jukio Sagreras. Harmonik natural digunakan untuk membentuk kord B7 dan Em sebagai penutup lagu.

Harmonik Artifisial

    Jenis harmonik lain yang juga kerap digunakan adalah harmonik artifisial. Teknik ini sebetulnya dikembangkan dari harmonik natural. Bedanya, harmonik natural hanya digunakan untuk senar lepas (open string) sehingga terbatas macam not yang dihasilkan, maka harmonik artifisial menggunakan jari kiri untuk menekan senar menghasilkan not yang baru. Sedangkan tangan kanan menciptakan harmonik dengan menyentuh dan sekaligus memetik. Posisi tangan kanan jadi terlihat unik. Yakni meluruskan jari i (telunjuk) untuk menyentuh titik harmonik, lalu menggunakan jari a (jari manis) untuk memetiknya.

    Sebagai gambaran, semisal kita ingin membunyikan harmonik not F --yang tidak mungkin diperoleh lewat harmonik natural-- maka kita memencet dulu senar 1 di fret I untuk agar mendapat not F. Lalu untuk mendapat suara harmonik XII dari not F ini, kita mesti  menggeser titik harmoniknya ke fret XIII. Sentuh fret XIII senar 1 dengan jari i dan petik dengan jari a. Maka, kita menghasilkan harmonik dari not F yang satu oktaf lebih tinggi.

    Jika hendak membunyikan harmonik pada not G, prosedurnya sama. Kita pencet dulu not G, lalu bunyikan harmonik pada titik sejauh 12 fret dari fret tempat kita menekan not G tadi. Dengan demikian, apa pun notnya, kita bisa hasilkan bunyi harmoniknya. Baik itu tiitik harmonik XII maupun yang lainnya.

    Beberapa contoh lagu yang menggunakan harmonik artisial.
    * El Testament de Amelia karya Miguel Llobet darisebuah lagu rakyat Spanyol. Di sini Llobet menggunakan harmonik artifisial untuk memainkan melodi, sekaligus menggunakan p (ibu jari kanan) untuk memainkan bass dan kord pengiringnya.
    * Serenata Alpestre karya Benvenuto Terzi. Di bagian penutup lagu ini, Terzi memasukkan melodi harmonik artifial pada senar bas (dipetik dengan p tentunya) diselingi dengan kord.
    * Bagatelles II dari Five Bagetelles karya William Walton. Pada salah satu bagian, Walton memasukkan kord melodi, namun dengan harmonik artifisial pada not atas.
    * Tango en Skai karya Roland Dyens, Di sebuah akhir kalimat yang menggunakan teknik pizzicato (palm muting) Dyens memasukkan harmonik artisial sebagai kord arpegio.

    Sebagai penutup, bisa dikatakan teknik harmonik pada gitar akustik (natural maupun artifisial) umumnya difungsikan sebagai melodi atau kord/arpegio. Karakter suaranya yang berdenting bening menambahkan nuansa unik dalam permainan gitar.

Namun selain fungsi melodi maupun pembentuk kord, para komposer maupun gitaris juga bisa mengembangkan kemungkinan variasi penggunaan yang lebih luas dari karya-karya yang sudah ada. Misalnya, memainkan harmonik namun dengan palm muting untuk menghasilkan suara yang unik. Atau bisa juga menggabungkan harmonik dengan bunyi non-narmonik (netral) membentuk rangkain arpegio, seperti yang dilakukan Tommy Emmanuel dalam aransemen lagu Over the Rainbow.

Dengan demikian, variasi penggunaan teknik harmonik bisa menjadi amat luas. Kreativitas sang komposer/gitaris-lah yang menjadi batasnya.

Untuk  Belajar teknik Harmonik gitar listrik silahkan baca Belajar Gitar Teknik Pinch Harmonic (feedback) Guitars
Lebih baru Lebih lama