Zonagitar.Net - 'Jogja' merupakan nama kota yang paling sering dinyanyikan dan disebutkan dalam lagu, baik lokal maupun nasional. Kota Jogja seakan menjadi sumber inspirasi bagi banyak musisi berbagai genre. Dan bertepatan dengan ulang tahun kota Yogyakarta yang ke-260 pada 7 Oktober 2016, album kompilasi bertajuk Ngayogyokarto resmi dirilis secara digital.

Sebayak 13 musisi baik band maupun solo dari berbagai kota di Indonesia terlibat dalam album Kompilasi Ngayogyokarto ini.

Album ini digagas oleh Netrilis, sebuah Digi­label (Label Musik Digital) yang berlaku sebagai publisher, digital music distributor dan CD Manufacturing.

Musisi yang berpartisipasi di album kompilasi Ngayogyokarto ini ialah; Genk Kobra, Bintang Swara Hati, Slametman, Gerap Gurita, Erwe, Fian Perdana, Denger Estrella, Revolution Project, Break The Days, Orkes Sehat Jiwa, Rebellion Rose, Kuda Besi dan Dream Society.

Nama-nama tersebut memainkan jenis musik yang bervariasi mulai; Hip­hop, Punk Rock, Pop­Punk, Ska Rock, Hardcore, Hip Rock, Pop, Akustik, Folk, hingga Orkes Dangdut.

Album Ngayogyokarto ini dirilis sebagai wujud kecintaan terhadap Yogyakarta. Bentuk kecintaan itu bukan hanya diungkapkan lewat hal yang klasik.

Meski beberapa musisi bercerita tentang Kota Jogja sebagai tujuan wisata, dan penuh hal romantis lainnya, ada juga beberapa lagu yang menyampaikan kritik akan perubahan kota Jogja belakangan ini.

Perilisan album ini sengaja dilakukan bertepatan dengan ulang tahun kota Yogyakarta yang ke 260, pada 9 Oktober 2016 lalu sekaligus sebagai hadiah untuk kota Jogja. Menurut Topan Murdox dari Netrilis, proses pengurasian album ini memakan waktu lebih kurang setengah tahun.

“Aksi pengkolektifan karya musik ini cukup memamakan waktu karena 'Jogja' merupakan nama kota yang paling sering dinyanyikan dan disebutkan dalam lagu Indonesia, baik lokal maupun nasional, baik indie maupun major,” ujarnya.

Album yang segera dirilis secara fisik (CD) ini merupakan album kompilasi musik pertama di Indonesia yang konten dan kemasannya baik berupa; judul, lirik, daftar lagu, nama band, liner notes, dan lainnya ditulis dengan aksara jawa/hanacaraka.

Menurut Topan langkah ini dilakukan sebagai gerakan literasi Aksara Jawa dan aksi melestarikan budaya Indonesia.

Pengaksaraan Jawa pada sampul CD Ngayogyokarto ditulis oleh Joko (Genk Kobra Javaholic), penulis buku Gaul Aksara Jawa 2015.

Topan menjelaskan bahwa album Ngayogyokarto sedikit berbeda dengan album fisik, yaitu; MP3 | Bitrate 320kbps | 44.1kHz, hal ini untuk membedakan dengan rilisan fisik yang secara kualitas audio jauh lebih unggul yaitu; WAV | 44.1khz. Kemasan fisik (CD Musik) Ngayogyokarto berisi cover, lirik, liner notes, track list dengan total 20 halaman.

Saat ini album kompilasi Ngayogyokarto sudah bisa dinikmati di iTunes, Spotify, Deezer, Amazon, Google Play Music, Shazam dan digital music stores worldwide lainnya.
Lebih baru Lebih lama