Mengenal Ale Funky, Gitaris Nyentrik Yang Harumkan Indonesia Dengan Segudang Prestasi

Gitaris Ale Funky

ZONAGITAR.NET, Profil Biodata , Gitaris Ale Funky bukanlah sosok baru dalam dunia musik. Musisi yang belajar gitar sejak kelas tiga SD itu adalah bagian dari Lada Band sekaligus pengajar musik di Rock School.

Namun, pria berambut gondrong pirang itu selalu ingin mencari tantangan. Itulah yang memotivasinya ikut ajang kompetisi Asia's Got Talent 2019. Kemampuannya dalam bermain gitar meloloskannya ke babak semifinal Asia's Got Talent 2019.


Ale Funky 'Raja Kompetisi’, mungkin itu predikat yang tepat untuk gitaris asal Bogor ini. 

Tak kurang dari 30 gelar kompetisi – baik sebagai gitaris solo maupun gitaris band – yang diadakan di seputaran Jabodetabek telah disabetnya. 

Salah satu yang paling fenomenal adalah ketika dia menjadi jawara di kompetisi gitar online terbesar di Indonesia, Supergitar Competition 2015.


Ale Funky pun berhak ambil bagian di album kompilasi “Nothing But Guitar Vol. 3” dengan lagu yang menerbangkannya ke puncak singgasana kompetisi ini, 'Hit The Beat'. 

Ale sendiri sudah mengenal gitar sejak berusia 8 tahun, dan hasratnya makin menggeliat kala melihat kakaknya beraksi di atas panggung memainkan alat musik yang kodratnya bersenar enam itu. 

“Momen yang membuat saya ingin menjadi gitaris adalah ketika melihat kakak pertama saya perform di salah satu acara musik di daerah Depok. Di situ kakak saya bermain gitar dengan gaya ala Slash (Guns N’ Roses). Itulah yang bikin saya suka dan ingin bisa bermain gitar seperti beliau,” kenang gitaris kelahiran 7 Mei 1992.

Kendati tertarik dengan ‘gaya Slash’ yang diperagakan kakaknya, namun gitaris yang dianggap hero oleh Ale justru nama-nama lain. Mereka adalah Paul Gilbert, Edo Widiz, Apoy Wali dan Firman Al Hakim. 

Pengalaman menarik yang didapatkan Ale saat pertama kali bermain gitar adalah ketika ia untuk pertama kalinya tampil di atas panggung. Tepatnya, di acara kelulusan Sekolah Dasar-nya. 

“Saat itu, untuk pertama kalinya guru-guru saya membanggakan bakat bermain gitar saya. Padahal sebelumnya mereka seperti kurang suka kepada saya karena saya bukan termasuk murid yang pintar. Alhamdulillah, sejak saat itu semuanya berubah,” kisah Ale.

Ya, kini Ale bukan cuma mengubah penilaian guru-guru sekolahnya. Tetapi juga mampu menghipnotis para penyelenggara acara dan penonton saat ia beraksi di atas panggung. Dengan ciri khas fashion style ala band-band glam rock era ‘80-an, rambut panjang pirang, dan aksi panggung eksentrik Ale kerap mengundang perhatian. 

Ya, dan sepertinya Candil tidak salah memilih Ale Funky sebagai gitarisnya



0 Komentar

Ada Pertanyaan?