Edie Van Halen

Gitaris Legen Eddie van Hallen mengungkapkan rahasia menjadi dewa gitar saat menyerahkan dua gitar miliknya ke Museum Nasional Smithsonian, Amerika Serikat. Apa saja rahasianya? Suatu ketika, pencipta gitar Les Paul ditanya, siapa saja orang yang bisa membuat gitar sebaik dirinya. 

Waktu itu Les Paul terdiam cukup lama. Namun dia menyebutkan tiga nama. “Saya, Leo Fender, dan Eddie van Halen. Saya rasa ketiga nama ini yang cukup tahu bagaimana membuat gitar,” ujar Les Paul. Ketiga nama tersebut memang memiliki pengaruh yang besar di dunia gitar. Siapa yang tidak kenal dengan Gibson Les Paul. Begitu juga dengan Leo Fender dengan gitar Fender yang hingga kini jadi trade markpara gitaris dunia. 

Lalu bagaimana dengan Eddie van Halen? Banyak orang mengira Eddie van Halen hanyalah seorang gitaris. Padahal, hingga kini ayah Wolfgang van Halen tersebut merupakan pembuat gitar. Gitar yang dia buat adalah EVH akronim dari namanya sendiri. Gitar dan Eddie van Halen adalah satu hal yang sulit dipisahkan. 

Nama Eddie van Halen sudah kadung identik dengan gitar. Begitu nama Eddie van Halen disebut, yang terlintas adalah bagaimana pria keturunan Belanda tersebut memainkan gitarnya. Di depan seluruh pengunjung Museum Nasional Smithsonian Amerika Serikat, Eddie van Halen mau memberikan sedikit rahasia bagaimana dia bisa mencapai semua prestasi tersebut. 

Eddie van Halen bercerita kecintaannya kepada dunia musik selalu berawal dari ayahnya, Jan, seorang musisi yang sangat ahli memainkan klarinet dan saksofon. “Berkat musik, ayah saya bisa pergi ke Indonesia dan bertemu dengan ibu saya, Eugenia. Berkat musik, saya dan saudara saya Alex bisa sampai ke Amerika,” kenangnya. 

Eddie van Halen mengatakan, sejak kecil Jan dan Eugenia membiasakan mereka dengan musik. Sejak muda mereka bahkan dilatih bermain piano. Duo Van Halen ini pun kerap memenangi kompetisi bermain piano. Hanya, semangat mereka justru ada pada musik rock. “Saya awalnya memainkan drum dan Alex memainkan gitar. 

'Namun, begitu kami bertukar alat, takdir pun menentukan awal dari grup musik bernama Van Halen,” ujar Eddie van Halen. Menjadi imigran di Amerika Serikat bukan hal yang mudah bagi keluarga Van Halen. Kondisi ekonomi yang tidak baik membuat keluarga Van Halen hidup dengan sederhana. 

Begitu juga dengan cara Eddie van Halen memainkan gitar. Setiap hari Eddie van Halen mencoba menghasilkan suara-suara unik lewat gitarnya. Penggunaan efek gitar sebenarnya akan sangat memudahkan Eddie van Halen melakukan hal tersebut. Namun, waktu itu efek gitar terlalu mahal buat keluarga Van Halen. 

Karena tidak mampu membeli efek gitar, Eddie van Halen pun terpaksa berinovasi membuat suara-suara baru lewat gitarnya. “Saya selalu penasaran dengan suarasuara yang dihasilkan lewat gitar. Misalnya, apa yang terjadi jika saya melakukan ini. Bagaimana jika saya membuatnya seperti ini,” ucap Eddie van Halen. Sebenarnya menurut Eddie van Halen, penggunaan efek gitar akan sangat membantu menuntaskan rasa penasaran tersebut. 

Sayangnya, karena tidak mampu membeli efek-efek gitar tersebut, Eddie van Halen pun terpaksa berinovasi dengan caranya sendiri. “Saya akhirnya mencoba berfantasi dengan kemampuan saya sendiri,” tuturnya. Dia pun mulai mengeksplorasi teknikteknik memainkan jari di gitar. Eddie van Halen mengaku sempat melihat Jimmy Page melakukan beberapa teknik tangan yang mengagumkan di sebuah forum gitar di Los Angeles. 

Dia juga pernah menonton Steve Hackett dari Genesis mengetuk-ngetukkan jarinya ke dawai gitar. “Saya kemudian mencoba melakukan cara yang berbeda. Bagaimana jika saya ketuk-ketukkan jari saya dengan sangat cepat,” ucapnya. Dari situlah Eddie van Halen membawa teknik tappingke level yang tertinggi. 

Eddie van Halen memang bukan yang pertama memperkenalkan teknik tapping. Hanya, cara dia melakukan tapping jauh melampaui teknik tapping yang sudah ada. Jadi, tidak heran jika teknik tapping begitu identik dengan Eddie van Halen. “Kita harus mencoba melakukan sesuatu yang lebih dari yang bisa dilakukan,” pungkas Eddie van Halen.
Lebih baru Lebih lama