Di kalangan Gitaris, nama Gavin Iedema sudah sangat familar, Pemilik nama lengkap Gavin Aren Intan Iedema merupakan seorang gitaris shreder asal ciputat Jakarta, yang sudah wara wiri di panggung panggung gitar tanah air.  Lahir pada 23 Mei 1987 silam, Gavin mewarisi darah seniman dari sang ayah yang juga ternyata seorang musisi, bakatnya yang diturunkan Ayahnya ini membuat Gavin piawai dalam bermain gitar.

Awal ketertarikan Gavin terhadap gitar, saat usia 11 tahun, disetiap pulang sekolah Gavin selalu bermain gitar akustik bersama temannya, lagu Metallica yang berjudul Nothing Else Matter, menjadi lagu pertama yang Gavin kuasai.

Pada ulang tahun yang ke 15, Gavin mendapat kado Gitar elektrik merk Ibanez Gio dan Amplifier Peavey 15 watt oleh sang ibu. Saat itulah awal perjalanan Gavin sebagai seorang gitaris dimemulai dan membentuk sebuah band bersama teman-temannya, dengan membawakan lagu-lagu Rock Cadas seperti Helloween, Metallica, Guns n Roses dan lainnya.

Dalam perjalanannya sebagai Musisi Gavin terus bereksplorasi untuk menemukan jati dirinya sebagai seorang Gitaris yang handal dan berkarakter. Ia banyak belajar dari Gitaris besar dunia  untuk dapat menggali potensi kepiawaiannya dalam permainan gitarnya, berbagai tekhnik bermain gitar tingkat tinggi seperti Speed, Sweeping, Tapping, Legato, Arpeggio, semua dapat ia kuasai dalam waktu singkat.

Lagu-lagu dengan teknik gitar tinggi serta chord yang rumit seperti lagu dari Mr.Big, Extreme, Van Hallen, Yngwie Malmsteen, Dream Theater, Steve Vai dan Joe Satriani, menjadi makananya sehari-hari.

Hingga pada usianya menginjak 17 tahun, Gavin kemudian membentuk band  yang bertujuan untuk menopang mimpinya menjadi seorang gitaris bernama Castel. dan pada usia tersebut Gavin sudah memiliki 5 buah lagu ciptaan sendiri yang sering dibawakan pada saat manggung di festival-festival musik bersama bandnya, namun tampaknya band ini tak bernasib baik, karna masalah kesibukan masing- masing personil band ini akhirnya bubar.

Kendati demikian, tak menyurutkan semangat Gavin untuk kembali membentuk band walau selalu mengalami hal serupa, sampai Ia mengikuti audisi Gitaris pada salah satu band yang sudah siap rekaman, dan keluar masuk band-band lain pernah ia lakoni.

Mengenyam pendidikan perkuliahan jurusan Advertising Design Grafis pun pernah Gavin jalani, dan hingga akhirnya ia memilih berhenti. Namun, dari bekal pendidikannya tersebut Gavin mampu dan mahir dalam mengoperasikan program aplikasi software komputer, Ia lalu mencoba untuk membuat rekaman dirumahnya sendir saat umur19 tahun, dan telah memproduksi lagu-lagu ciptaan sendiri bersama bandnya.

Melalui internet Gavin selalu mempelajari perkembangan musik dan permainan para Dewa Gitar dunia seperti Steve Vai, Joe Satriani, Paul Gilbert, Greg Howe, John Petrucci dan siapa pun yang menurutnya enak dikupingnya untuk di pelajari sebagai inspirasi dalam berkarya.

Dan pada akhirnya Gavin memutuskan untuk ber solo karir dengan menjadi seorang Gitaris tunggal  pada saat umurnya beranjak 24 tahun, Gavin memulai solo karirnya dengan nama Gavin Iedema, dengan mengisi acara dibeberapa cafe dengan membawa backing track lagu ciptaanya sendiri.

sampai pada akhirnya Gavin memutuskan untuk membuat album solo gitarnya dan menjualnya pada saat umurnya 26 tahun, album yang dinamakan “Gavin Mr.One Man Show” dengan judul album Creator, ini adalah album pertamanya yang ia garap sendiri sejak bulan april 2014 lalu, mulai dari komposer, rekaman, mixing, print cover dan penggandaan CD nya, ia kerjakan sendiri.

Karena keyakinan yang kuat, bahwa karya-karyanya dalam bersolo Gitar mampu membawa Gavin sampai kepada impiannya dan menemukan jati dirinya, Gavin yang merupakan juara pertama Supergitar Competition 2014 pun masih terus menciptakan karya-karya instrumental dan sudah menyiapkan 3 album yang siap dirilis satu persatu setiap tahunya setelah album yang pertama.

Dan saat ini Gavin sedang disibukan dengan penggarapan projek dari SupermusikID Dan Gitarplus serta membantu pembuatan album Yuke Dewa19.
Lebih baru Lebih lama