Setelah merilis album solo perdana bertajuk ‘I am’ pada 2015 lalu secara indie dalam bentuk fisik, kini ia merilis kembali tersebut dalam bentuk digital dengan nama ‘I am John Paul Ivan’ pada 2019

Setelah merilis album solo perdana bertajuk ‘I am’ pada 2015 lalu secara indie dalam bentuk fisik, kini ia merilis kembali tersebut dalam bentuk digital dengan nama ‘I am John Paul Ivan’ pada 2019 ini. Album digitalnya ini kini dirilis oleh label Boleh Music dan bisa didengarkan melalui digital platform seperti Spotity, Joox, dan masih banyak lagi secara worldwide.

Dalam keterangannya, gitaris yang juga memperkuat RI 1 bersama mantan vokalis Boomerang, Roy Jeconiah tersebut menuturkan bahwa lagu pertama yg diciptakan untuk album ini berjudul 'Neiska Erotika' yang direkam di studio 18 Jakarta, dilanjutkan “Dancing With You" dan "Jerusalem" di tahun 2007 dimana kemudian dari kedua lagu tersebut dibuatkan video musiknya.

Dari warna musik dan permainan gitarnya, album JPI memiliki nuansa rock yang melodius, atau sering juga disebut gitar yang bernyanyi.. Berbagai teknik gitar seperti slides, finger tapping, pinched harmony sampai bending dengan iringan riff-riff gitar yang menggelegar tetapi tetap nyaman di telinga.

Album 'I Am John Paul Ivan ' diproduksi sendiri secara indie label oleh JPI music, direkam di berbagai tempat dan waktu, di mixing sendiri oleh JPI, dan dimastering oleh seorang mastering engineer bernama Gabriel Temmy.

Album tersebut berisi 10 lagu instrumental yang dimainkan secara apik oleh gitaris yang sering disebut sebagai Slash-nya Indonesia tersebut.. Album ini merupakan sebuah perjalanan panjang, sebuah eksistensi di musik yang dikemas berbeda.

Kesepuluh lagu tersebut adalah "Timeless", "Warzone", "Six Sense", "A Time To Remember", "Dancing With You", "Jerusalem", "State of Play", "Love is on The Way", "Neiska Erotika" dan "Angel And Devil".

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama